Ini adalah usulan Kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi yang diusulkan oleh Program Studi DIII Kesehatan Gigi Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Depkes Semarang. Kami sangat mengharapkan usulan sejenis atau masukan dari DPD PPGI ataupun institusi pendidikan / JKG yang lain untuk menyempurnakan kurikulum dan terbentuknya body of knowledge Perawat Gigi Indonesia
Kajian Kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi
A. Latar Belakang
Berdasarkan SKRT 2004 39 % penduduk Indonesia kelompok umur >15 tahun menderita penyakit gigi dan mulut, hanya 28 % diantaranya yang menerima perawatan gigi dari perawat gigi, dokter gigi dan dokter gigi spesialis, 72 % belum menerima perawatan gigi. Dari 26.122 penduduk kelompok umur > 15 tahun yang bekerja di sektor kesehatan hanya 1 % (362), dan dari 362 tenaga kesehatan 16 % diantaranya perawat dan sebagian besar berada di Puskesmas (22%) yang tersebar di seluruh wilayah negara Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara berkembang sehingga petugas kesehatan khususnya kesehatan gigi belum tersebar secara merata sesuai standar. Pada daerah tertentu ada Puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter gigi sehingga karena kebutuhan lapangan / permintaan masyarakat sehingga perawat gigi banyak berperan. Di sisi lain dengan semakin majunya perkembangan ilmu kedokteran gigi maka profesi dokter gigi semakin terspesialisai sehingga pelayanan kesehatan gigi yang di berikan oleh dokter gigi umum (general practice) mengalami gambaran “semu” antara profesi dokter gigi dan perawat gigi. Karena keadaan tersebut maka institusi pendidikan kesehatan yang mendidik profesi dokter gigi dan perawat gigi perlu mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki dan keadaan di lapangan.
Institusi pendidikan di Indonesia yang mendidik perawat gigi adalah Jurusan Kesehatan Gigi. Proses belajar mengajar di Jurusan Kesehatan Gigi mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi tahun 2003 berdasarkan Kepmenkes Nomor HK.00.06.1.2.1190.1. Nama institusi pendidikan perawat gigi yaitu Jurusan Kesehatan Gigi diusulkan diubah menjadi Jurusan Keperawatan Gigi berdasarkan hasil pertemuan tanggal 24 Juni 2008 di Bapelkes Cilandak Jakarta antara organisasi profesi perawat gigi yaitu Persatuan Perawat Gigi Indonesia dan dihadiri oleh pejabat dilingkungan Depkes (Badan PPSDM, Pusdiknakes, Pusrenakes, Puspronakes, Tim penyusunan kurikulum tenaga kesehatan) serta wakil institusi pendidikan (JKG Jakarta) dan Ketua Forum Komunikasi JKG. Pada pertemuan tersebut dijabarkan antara lain Perawat Gigi masuk dalam rumpun keperawatan tetapi perawat gigi bukan perawat (nurse), hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menkes Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi. Kategori kelompok keperawatan adalah perawat, bidan dan perawat gigi.
Keuntungan perawat gigi termasuk dalam kelompok keperawatan tetapi bukan perawat (nurse) :
-
Perawat Gigi sebagai profesi yang mandiri
-
Memenuhi kebutuhan program yang ditentukan Pemerintah dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut
-
Perawat Gigi sebagai mitra kerja Dokter Gigi
-
Perawat Gigi dapat memberikan pelayanan asuhan sesuai dengan ilmu yang dimililiki
-
Perawat Gigi dapat menjalankan tugas, tanggung jawab sesuai dengan profesinya
-
Perawat Gigi dapat mengembangkan jati dirinya
-
Perawat Gigi dapat mengembangkan karir sesuai dengan profesinya
-
Meningkatkan percaya diri pada Perawat Gigi
Menindaklanjuti usul perubahan nama Jurusan Keperawatan Gigi dan mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terkini serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu adanya kurikulum pendidikan keperawatan gigi. Draft kurikulum jurusan keperawatan gigi yang akan disusun mempertimbangkan dan mengacu pada :
-
PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 1019/Menkes/SK/VII/2000 tentang Registrasi dan Izin Kerja Perawat Gigi.
-
Surat Keputusan Bersama Menkes dan Kesos dan Kepala BKN No. 728/MENKES/ KESOS/ SKB/ VII/ 2001 dan No. 32A Tahun 2001 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi dan angka kreditnya.
-
Surat Keputusan MENPAN No. 22/KEP/M.PAN/4/2001tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya
-
Surat Keputusan Menkes No. 1208/MenKes /SK/ XI/2001 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi
-
Surat Keputusan Menkes Nomor : 1192/MENKES/PER/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang jenis pendidikan Diploma di bidang kesehatan
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 284/MENKES/IV/2006 tanggal 21 April 2006 tentang Standar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut.
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 378/Menkes/SK/III/2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Standar Profesi Perawat Gigi dan Kode Etik Perawat Gigi.
-
Undang-undang Praktek Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004.
Penyusunan draft kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi disusun berdasarkan rekomendasi hasil evaluasi kurikulum DIII Kesehatan Gigi tahun 2003 pada tanggal 21 Juni 2008 di Hotel Ungaran Cantik Kab. Semarang yang dilakukan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Depkes Semarang dengan melibatkan institusi pelayanan kesehatan gigi di puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan tingkat kabupaten/kota, Dinas Kesehatan tingkat provinsi, organisasi PPGI dan PDGI, Pejabat di lingkungan Politeknik Kesehatan Depkes Semarang serta menyerap aspirasi daerah tentang kebutuhan kompetensi lokal dan rekomendasi pendayagunaan lulusan. Selain itu juga perlu dipertimbangkan jenjang pendidikan perawat gigi yang ada yaitu :
DIV Perawat Gigi Pendidik
DIV Gigi Komunitas
DIV Perawat Gigi Spesialistik
DIV Perawat Gigi Spesialistik Bedah Mulut dan Orthodontie
DIV Perawat Gigi Spesialistik Prosthodontie
B. Tujuan
Tersusunnya kurikulum Jurusan Keperawatan Gigi.
C. Kompetensi dan unjuk kerja perawat gigi Indonesia berdasarkan Standar Profesi Perawat Gigi dan Kode Etik Perawat Gigi
-
Kompetensi
Unjuk Kerja
Upaya Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut
-
Mampu menyuluh dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut
-
Mampu melakukan pelatihan kader kesehatan gigi
-
Mampu membuat dan menggunakan media komunikasi
-
Peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut
-
Pembentukan kader kesehatan gigi
-
Adanya media komunikasi dan komunikan memahami pesan
Upaya Pencegahan Penyakit Gigi
-
Mampu melakukan pemeriksaan gigi dan mulut
-
Mampu menginstruksikan teknik menyikat gigi yang baik
-
Mampu melakukan skaling
-
Mampu melakukan membersihkan plak ekstrinsik, staining dan kalkulus
-
Identifikasi indeks OHI-S, DMFT, deft, PTI, dan CPITN
-
Komunikan mampu menyikat gigi dengan teknik dan waktu yang benar
-
Pasien terbebas dari kalkulus
-
pasien terbebas dari plak ekstrinsik staining dan kalkulus
Kegiatan Penyembuhan Penyakit Gigi
-
Mampu melakukan tindakan pengobatan darurat sesuai standar pelayanan.
-
Mampu melakukan penambalan gigi susu dua bidang dengan bahan tumpatan amalgam / sewarna gigi.
-
Mampu melakukan penambalan gigi tetap dua bidang dengan bahan tumpatan amalgam / sewarna gigi.
-
Mampu melakukan pencabutan gigi susu dengan topical anaesthesi atau infiltrasi anaesthesi
-
Mampu melakukan pencabutan gigi tetap akar tungal dengan infiltrasi anaeshesi
-
Mampu melakukan perawatan pasca tindakan
-
Mengurangi penderitaan pasien untuk dilakukan tindakan lebih lanjut
-
Gigi susu yang lubang tertumpat dengan baik
-
Gigi tetap yang lubang tertumpat dengan baik
-
Gigi susu tercabut tanpa sakit
-
Gigi tetap akar tunggal tercabut tanpa sakit
-
Pasien tertangani denganbaik
Kegiatan Mendiagnosa Penyakit Gigi
-
Mampu mengidentifikasi tanda-tanda penyakit gigi dan mulut
-
Mampu mendiagnosa penyakit gigi dan mulut
-
Mampu melakukan komunikasi terapeutik
-
Mampu mengelola pasien mulai dari tahap orientasi pelaksanaan sampai terminasi
-
Dapat menunjukkan tanda-tanda penyakit gigi dan mulut
-
Dapat menentukan jenis penyakit pada gigi dan mulut
-
Pasien mengerti dan mau untuk dilakukan perawatan
-
Pasien mengerti dan mau untuk dilakukan perawatan
Kegiatan Manajerial
-
Mampu mengenal bisnis kesehatan gigi
-
Mampu mengenal bisnis kesehatan gigi
-
Mampu mengelola dokumen di klinik gigi
-
Mampu menguasai sistem inventarisasi, pengiriman dan penerimaan barang
-
Mampu mengetahui ruang lingkup asuransi kesehatan
-
Mampu memahami sistem finansial
-
Mampu mengetahui hukum dan etik dalam praktek kesehatan gigi
-
Menjelasakan ruang lingkup bisnis kesehatan gigi.
-
Komunikasi, menyusun uraian tugas , mengelola waktu
-
Pengelolaan dokumen pasien tertata rapi, mudah diakses sesuai aturan.
-
Rancangan sistem inventarisasi pengiriman dan peneriaman barang
-
Tersusun desain alur klaim beberapa jenis asuransi kesehatan
-
Dapat menjelaskan jenis-jenis pelayanan perbankan, pajak penghasilan, anggaran kebutuhan klinik
-
Bekerja sesuai hukum dan etik kehatan gigi.
Melakukan Higiene Kesehatan Gigi
-
Mampu melakukan hygiene petugas kesehatan gigi dan mulut
-
Sterilisasi alat-alat kesehatan gigi
-
Mampu memelihara alat-alat kesehatan gigi
-
Mampu melakukan hygiene lingkungan kerja
-
Melakukan personal hygiene
-
Sterilisasi dengan berbagai metode
-
Instrumen kesehatan gigi selalu siap digunakan
-
Komposisi klinik rapi, ergonomis, nyaman
Melakukan Penelitian
Mampu membuat karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah yang benar dan sesuai aturan
Kegiatan Tambahan
-
Mampu menguasai sistem perjanjian dengan pasien
-
Mampu mencatat rekam medik
-
Mampu mempersiapkan kebutuhan dokter gigi pada prosedur pelayanan kesehatan gigi
-
Desai perjanjian lisan dan tertulis
-
Rekam medik lengkap, rapi, mudah diakses
-
Alat, bahan, obat tersusun rapi mudah dijangkau siap untuk digunakan.
-
D. Draft Keilmuan Keperawatan Gigi
Berdasarkan kajian pada peraturan pemerintah yang telah diterbitkan dan masukan pada kegiatan evaluasi kurikulum yang telah dilaksanakan oleh Jurusan Kesehatan Gigi Semarang serta kajian terhadap kurikulum DIII Keperawatan dan kajian terhadap kursus keperawatan gigi di Malaysia, maka dapat di susun draft keilmuan Keperawatan Gigi sebagai berikut :
-
Ilmu Pengetahuan Umum
-
Agama
-
Pancasila
-
Kewarganegaraan
-
Bahasa Indonesia
-
-
Ilmu Pengetahuan Dasar
-
Bahasa Inggris
-
Anatomi Umum dan Fisiologi
-
Mikrobiologi
-
Ilmu Obat-obatan
-
Gizi
-
Fisika Medik
-
Pengendalian Infeksi
-
Ilmu Penyakit Umum
-
-
Ilmu Pengetahuan Perilaku
-
Psikologi
-
Sosiologi
-
Etika Profesi
-
Ilmu Kesehatan Masyarakat
-
Epidemiologi
-
Komunikasi Terapeutik
-
-
Ilmu Pengetahuan Gigi
-
Pemeliharaan dan Perawatan Alat
-
Anatomi Gigi
-
Penyakit Gigi dan Mulut
-
Pengawetan Gigi
-
Perlindungan Khusus
-
Pencabutan Gigi
-
Ilmu Bahan Gigi
-
Asistensi Kedokteran Gigi
-
-
Ilmu Keperawatan Gigi
-
Kebutuhan Dasar Manusia
-
Asuhan Keperawatan Gigi
-
Diagnosa Keperawatan Gigi
-
Dokumentasi Keperawatan Gigi
-
Keperawatan Gigi Anak Prasekolah
-
Keperawatan Gigi Anak Sekolah
-
Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa
-
Keperawatan Gigi Lansia
-
Keperawatan Gigi Spesialistik
-
Keperawatan Gigi Penderita Keadaan Khusus
-
Keperawatan Gawat Darurat
-
Pendidikan Kesehatan Gigi
-
-
Ilmu Manajemen
-
Manajemen Kesehatan
-
Asuransi Kesehatan Gigi
-
Sistem Informasi Kesehatan
-
Komputer
-
-
Karya Tulis Ilmiah
-
Metodologi Penelitian
-
Statistik dasar
-
-
Program Pengayaan
-
Media Komunikasi
-
Kewirausahaan
-
Olah Raga
-
Bahasa dan Seni
-
Struktur keilmuan tersebut perlu dipertimbangkan dari sisi jenjang pendidikan perawat gigi yaitu untuk DIII, DIV atau yang lebih tinggi. Pada penjambaran selanjutnya akan di paparkan adalah draft kurikulum DIII Keperawatan Gigi sedangkan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui kajian yang lain.
E. Draft struktur program DIII Keperawatan Gigi
|
Kode MK |
Mata Kuliah |
SKS |
||
|
Teori |
Praktek |
Jumlah |
||
|
MPK : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian |
|
|
|
|
|
KG 101 |
Agama |
2 |
|
2 |
|
KG 102 |
Kewarganegaraan |
2 |
|
2 |
|
KG 103 |
Bahasa Indonesia |
2 |
|
2 |
|
KG 104 |
Pancasila |
2 |
|
2 |
|
KG 104 |
Bahasa Inggris |
1 |
1 |
2 |
|
|
Jumlah |
9 |
1 |
10 |
|
|
|
|
|
|
|
MKK : Mata Kuliah Keilmuan Keterampilan |
|
|
|
|
|
KG 201 |
Anatomi Umum dan Fisiologi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 202 |
Mikrobiologi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 203 |
Ilmu Obat-obatan |
1 |
|
1 |
|
KG 204 |
Gizi |
1 |
|
1 |
|
KG 205 |
Fisika Medik |
1 |
1 |
2 |
|
KG 206 |
Pengendalian Infeksi |
1 |
2 |
3 |
|
KG 207 |
Ilmu Penyakit Umum |
1 |
|
1 |
|
KG 208 |
Psikologi |
1 |
|
1 |
|
KG 209 |
Sosiologi |
1 |
|
1 |
|
KG 210 |
Etika Profesi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 211 |
Ilmu Kesehatan Masyarakat |
1 |
|
1 |
|
KG 212 |
Epidemiologi |
1 |
|
1 |
|
KG 213 |
Sistem Informasi Kesehatan |
1 |
1 |
2 |
|
KG 214 |
Komputer |
1 |
1 |
2 |
|
KG 215 |
Metodologi Penelitian |
1 |
1 |
2 |
|
KG 216 |
Statistik dasar |
1 |
1 |
2 |
|
KG 217 |
Manajemen Kesehatan |
2 |
|
2 |
|
KG 218 |
Anatomi Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
|
Jumlah |
19 |
11 |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
MKB : Mata Kuliah Keahlian Berkarya |
|
|
|
|
|
KG 301 |
Pemeliharaan dan Perawatan Alat |
1 |
2 |
3 |
|
KG 302 |
Penyakit Gigi dan Mulut |
1 |
|
1 |
|
KG 303 |
Pengawetan Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 304 |
Perlindungan Khusus |
1 |
|
1 |
|
KG 305 |
Pencabutan Gigi |
1 |
|
1 |
|
KG 306 |
Ilmu Bahan Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 307 |
Asistensi Kedokteran Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 308 |
Komunikasi Terapeutik |
1 |
2 |
3 |
|
KG 309 |
Kebutuhan Dasar Manusia |
1 |
2 |
3 |
|
KG 310 |
Diagnosa Keperawatan Gigi |
1 |
2 |
3 |
|
KG 311 |
Dokumentasi Keperawatan Gigi |
1 |
2 |
3 |
|
KG 312 |
Media Komunikasi |
1 |
2 |
3 |
|
|
Jumlah |
12 |
15 |
27 |
|
|
|
|
|
|
|
MPB : Mata Kuliah Pengembangan Berkarya |
|
|
|
|
|
KG 401 |
Asuhan Keperawatan Gigi |
2 |
|
3 |
|
KG 402 |
Keperawatan Gigi Anak Prasekolah |
|
5 |
5 |
|
KG 403 |
Keperawatan Gigi Anak Sekolah |
|
6 |
6 |
|
KG 404 |
Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa |
|
6 |
6 |
|
KG 405 |
Keperawatan Gigi Lansia |
|
6 |
6 |
|
KG 406 |
Keperawatan Gigi Spesialistik |
|
5 |
5 |
|
KG 407 |
Keperawatan Gigi Penderita Keadaan Khusus |
|
5 |
5 |
|
KG 408 |
Keperawatan Gawat Darurat |
1 |
1 |
2 |
|
KG 409 |
Pendidikan Kesehatan Gigi |
1 |
2 |
3 |
|
KG 410 |
Kewirausahaan |
1 |
1 |
2 |
|
KG 411 |
Asuransi Kesehatan Gigi |
1 |
|
2 |
|
|
Jumlah |
6 |
37 |
43 |
|
|
|
|
|
|
|
MBB : Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat |
|
|
|
|
|
KG 501 |
K T I |
|
3 |
3 |
|
KG 502 |
Praktek Kerja Lapangan |
|
3 |
3 |
|
KG 503 |
Magang |
|
|
0 |
|
|
Jumlah |
0 |
6 |
6 |
|
Jumlah Total = MPK+MKK+MKB+MPB+MBB |
46 |
70 |
116 |
|
|
Perbandingan Teori dan Praktek |
40% |
60% |
||
F. Distribusi Mata Kuliah program DIII Keperawatan Gigi
|
Kode MK |
Mata Kuliah |
SKS |
||
|
Teori |
Praktek |
Jumlah |
||
|
|
Semester I |
|
|
|
|
KG 101 |
Agama |
2 |
|
2 |
|
KG 104 |
Pancasila |
2 |
|
2 |
|
KG 203 |
Ilmu Obat-obatan |
1 |
|
1 |
|
KG 201 |
Anatomi Umum dan Fisiologi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 202 |
Mikrobiologi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 214 |
Komputer |
1 |
1 |
2 |
|
KG 205 |
Fisika Medik |
1 |
1 |
2 |
|
KG 218 |
Anatomi Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 105 |
Bahasa Inggris |
1 |
1 |
2 |
|
KG 301 |
Pemeliharaan dan Perawatan Alat I |
1 |
1 |
2 |
|
KG 210 |
Etika Profesi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 208 |
Psikologi |
1 |
|
1 |
|
Jumlah |
14 |
8 |
22 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semester II |
|
|
|
|
KG 102 |
Kewarganegaraan |
2 |
|
2 |
|
KG 206 |
Pengendalian Infeksi I |
1 |
1 |
2 |
|
KG 209 |
Sosiologi |
1 |
|
1 |
|
KG 217 |
Manajemen Kesehatan |
2 |
|
2 |
|
KG 303 |
Pengawetan Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 306 |
Ilmu Bahan Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 308 |
Komunikasi Terapeutik I |
1 |
1 |
2 |
|
KG 302 |
Penyakit Gigi dan Mulut |
1 |
|
1 |
|
KG 305 |
Pencabutan Gigi |
1 |
|
1 |
|
KG 310 |
Diagnosa Keperawatan Gigi |
1 |
2 |
3 |
|
KG 304 |
Perlindungan Khusus |
1 |
|
1 |
|
KG 204 |
Gizi |
1 |
|
1 |
|
KG 211 |
Ilmu Kesehatan Masyarakat |
1 |
|
1 |
|
KG 411 |
Asuransi Kesehatan Gigi |
1 |
|
1 |
|
Jumlah |
16 |
6 |
22 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semester III |
|
|
|
|
KG 103 |
Bahasa Indonesia |
2 |
|
2 |
|
KG 213 |
Sistem Informasi Kesehatan |
1 |
1 |
2 |
|
KG 216 |
Statistik dasar |
1 |
1 |
2 |
|
KG 401 |
Asuhan Keperawatan Gigi |
2 |
|
2 |
|
KG 402 |
Keperawatan Gigi Anak Prasekolah I |
|
2 |
2 |
|
KG 403 |
Keperawatan Gigi Anak Sekolah I |
|
2 |
2 |
|
KG 404 |
Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa I |
|
2 |
2 |
|
KG 312 |
Media Komunikasi I |
1 |
1 |
2 |
|
KG 307 |
Asistensi Kedokteran Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 311 |
Dokumentasi Keperawatan Gigi |
1 |
1 |
2 |
|
KG 309 |
Kebutuhan Dasar Manusia I |
1 |
1 |
2 |
|
KG 301 |
Pemeliharaan dan Perawatan Alat I |
|
1 |
1 |
|
KG 409 |
Pendidikan Kesehatan Gigi I |
1 |
1 |
2 |
|
Jumlah |
11 |
14 |
25 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semester IV |
|
|
|
|
KG 215 |
Metodologi Penelitian |
1 |
1 |
2 |
|
KG 308 |
Komunikasi Terapeutik II |
|
1 |
1 |
|
KG 206 |
Pengendalian Infeksi II |
|
1 |
1 |
|
KG 312 |
Media Komunikasi II |
|
1 |
1 |
|
KG 311 |
Dokumentasi Keperawatan Gigi |
|
1 |
1 |
|
KG 402 |
Keperawatan Gigi Anak Prasekolah II |
|
2 |
2 |
|
KG 403 |
Keperawatan Gigi Anak Sekolah II |
|
2 |
2 |
|
KG 404 |
Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa II |
|
2 |
2 |
|
KG 405 |
Keperawatan Gigi Lansia I |
|
3 |
3 |
|
KG 406 |
Keperawatan Gigi Spesialistik I |
|
2 |
2 |
|
KG 407 |
Keperawatan Gigi Penderita Keadaan Khusus I |
|
2 |
2 |
|
KG 409 |
Pendidikan Kesehatan Gigi I |
|
1 |
1 |
|
KG 309 |
Kebutuhan Dasar Manusia II |
|
1 |
1 |
|
KG 408 |
Keperawatan Gawat Darurat |
1 |
1 |
2 |
|
KG 207 |
Ilmu Penyakit Umum |
1 |
|
1 |
|
Jumlah |
3 |
21 |
24 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semester V |
|
|
|
|
KG 410 |
Kewirausahaan |
1 |
1 |
2 |
|
KG 212 |
Epidemiologi |
1 |
|
1 |
|
KG 402 |
Keperawatan Gigi Anak Prasekolah III |
|
1 |
1 |
|
KG 403 |
Keperawatan Gigi Anak Sekolah III |
|
2 |
2 |
|
KG 404 |
Keperawatan Gigi Remaja dan Dewasa III |
|
2 |
2 |
|
KG 405 |
Keperawatan Gigi Lansia II |
|
3 |
3 |
|
KG 406 |
Keperawatan Gigi Spesialistik II |
|
2 |
2 |
|
KG 407 |
Keperawatan Gigi Penderita Keadaan Khusus II |
|
3 |
3 |
|
KG 502 |
K T I (proposal) |
|
1 |
1 |
|
Jumlah |
2 |
15 |
17 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semester VI |
|
|
|
|
KG 502 |
K T I (hasil) |
|
2 |
2 |
|
KG 504 |
Praktek Kerja Lapangan |
|
4 |
4 |
|
KG 503 |
Magang |
|
0 |
0 |
|
Jumlah |
0 |
6 |
6 |
|
|
Jumlah Total SKS Smt I s/d VI |
46 |
70 |
116 |
|
G. Daftar Rujukan
-
PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 1019/Menkes/SK/VII/2000 tentang Registrasi dan Izin Kerja Perawat Gigi.
-
Surat Keputusan Bersama Menkes dan Kesos dan Kepala BKN No. 728/MENKES/ KESOS/ SKB/ VII/ 2001 dan No. 32A Tahun 2001 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi dan angka kreditnya.
-
Surat Keputusan MENPAN No. 22/KEP/M.PAN/4/2001tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya
-
Surat Keputusan Menkes No. 1208/MenKes /SK/ XI/2001 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional perawat gigi
-
Surat Keputusan Menkes Nomor : 1192/MENKES/PER/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang jenis pendidikan Diploma di bidang kesehatan
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 284/MENKES/IV/2006 tanggal 21 April 2006 tentang Standar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut.
-
Surat Keputusan Menkes Nomor 378/Menkes/SK/III/2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Standar Profesi Perawat Gigi dan Kode Etik Perawat Gigi.
-
Undang-undang Praktek Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004.
G. Penutup
Kajian ini merupakan kajian awal sehingga perlu kajian lebih lanjut agar bentuk keilmuan (body of knowledge) bagi perawat gigi menjadi sempurna diantaranya untuk jenjang pendidikan DIV atau yang lebih tinggi. Kritik dan saran kami harapkan untuk kesempurnaan rancangan keilmuan keperawatan gigi ini.
Semarang, 23 Juni 2008
Ketua Program Studi DIII Kesehatan Gigi
Jurusan Kesehatan Gigi
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang
t.t.d
Suwarsono, S.Pd,S.Si.T,M.Pd
NIP. 140 229 622
20 Agustus 2008 pukul 9:28 pm |
tulisannnya dillengkapi lagi yeahhhhh…
kalo perlu ada daftra nama perawat gigi ada datanya..alamat tempoat kerja atau apoa aja pokoke pereawat gigi
bisa nggak……???
bravo perawat gigi…..
10 September 2008 pukul 12:02 pm |
thanks kuikulumx pak.
24 Oktober 2008 pukul 12:05 pm |
JKG harus segera menyusun kurikulum yang baru,sesuai standar profesi pelayan kesehatan gigi,sebab kurikulum 2003 belum menjawab semua kebutuhan masyarakat bidang kesgilut.seperti pencabutan gigi dengan infiltrasi anasthesi dan penambalan 2 bidang.tq salam….
29 November 2008 pukul 1:22 pm |
Mengenai kompetensi,,yang sy mw tanyakan tntng anasthesi infiltrasi dan pencabutan akar tunggal,,untk JKG d Poltekkes Depkes Pontianak sampai saat sekarang mahasiswa Tingkat III semester V blm mendapatkan Kompetensi tersebut.dan Tentang mata kuliahnya pun jauh sekali dengan draft struktur mata kuliah Poltekkes Depkes yang ada.
21 Desember 2008 pukul 12:36 pm |
TERUS GIMANA DENGAN KODE ETIK DAN KOMPETENSI DIV Perawat Gigi Spesialistik Prosthodontie
27 Februari 2009 pukul 1:17 am |
Kurikulum kayak gini hanya berupaya menghadirkan euforia sesaat, contoh ilmu pencabutan gigi hanya teori….mana prakteknya, kalau gini kompetensi inti yang ada di standar profesi perawat gigi tidak akan tercapai
8 Juni 2009 pukul 8:37 pm |
sekarang sudah ada S1 keperawatan gigi FKG UGM yang tentunya kita tidak bisa menutup mata terhadap hal tersebut, mohon koment dari teman2 perawat gigi
24 Juli 2009 pukul 11:13 pm |
S1 keperawatan gigi FKG UGM sdh tdk menerima dr jalur D3 kes gigi… Jadi????
27 Agustus 2009 pukul 2:23 pm |
Teman-teman saya lulusan SPRG Depkes Jakarta tahun 1987, sampai skrng saya msh bekerja pada Dinas Kesehatan KAb.Fakfak Papua Barat, saya lanjut D3 AKPER karena blm ada D3 Kes. Gigi, kemudian lanjut S1 FKM-UI ambil Jurusan Informatika Kesehatan, namun keahlian sy di bidang Kesehatan Gigi masih terus sy lakukan karena kebutuhan masyarakat, sy prihatin dgn lulusan Perawat Gigi yg sekarang2 ini kemampuannya sangat-sangat terbatas, sangat rentan jika ditempatkan di daerah 2 terpencil yg memerlukan kompetensi lebih….tolong PPGI bisa manganalisis masalah ini.
1 Oktober 2009 pukul 7:14 pm |
setuju pak…
saya sprg’95 jkt,
didaerah masyarakat tidak peduli perawat gigi atau bukan, yang mereka mengerti perawat gigi bisa segala hal, bukan spesialis pembuat rujukan…
Exo cuma Infil, dan GS,Con’s 1 bidang.,SP sudah kerjaannya pasti diajarkan, Promotif apalagi. tapi didaerah exo terus, bahkan gigi M3,di daerah yang bukan pedalaman aja masih seperti itu, (Banyumas selatan)apalagi di tempatnya bapak ya…
kurikulum ditujukan buat diperkotaan, memang pas (mungkin), di pedesaan …
walaupun aku tidak di BPGigi lagi / sudah alih profesi tapi diriku masih terkadang di perlukan di BPgigi, karena GIGI yang telah membesarkan diriku.. PPGI teruslah bekarya…Akupun juga masih eksis di DPD II ya walaupun anggota, tapi aku dukung terus..
7 September 2009 pukul 10:21 am |
saya perawat gigi dengan segudang pengalaman yang telah saya lalui,baik berhubungan dengan gigi maupun kes lainnya
17 September 2009 pukul 9:00 am |
saya ingin tahu tentang “perawat gigi sebagai mitra dokter gigi”. Apa bentuk unjuk kerjanya? apakah hanya pada yankes yg bukan kewenangan perawat gigi, ataukah setiap kali bekerja bersama dikatakan mitra? mata kuliah apa yg menunjukkan kemitraan tsb. terima kasih sebelumnya
25 September 2009 pukul 9:52 am |
berbicara soal kompetensi perawat gigiyang ada,,,,,
terkadang itu hanya menjadi teori belaka.
berdasarkan pengalaman, di daerah2 terpencil yg di pegang perawat gigi,, mereka bekerja tdk hanya melakukan tindakan penambalan gigi dua bidang + pencabutan gigi dg TA + infiltrasi tapi jga Blok anasthesi……
sdng kan utk kurikulum D3 keperawatan gigi yg ada hx sebatas Infil. gmana??