Tolongin dong…..

Bagi temen-temen perawat gigi yang ingin dan mau memberikan informasi ataupun menambah artikel pada website ini kami tunggu kontribusinya untuk kemajuan perawat gigi indonesia.

Caranya mudah :

  1. Scan Ijazah terakhir perawat gigi Anda (sebagai bukti bahwa Anda perawat Gigi)
  2. Tuliskan data Identitas diri.
  3. Buat permohonan tertulis
  4. Kirimkan via e-mail ke :sulurjs(at)gmail.com [sory biar ga di spam]

Setelah data saya terima akan saya verivikasi ke Pengurus PPGI Pusat dan kalau disetujui kami akan berikan anda account untuk memberikan kontribusi. Tapi jangan kecewa karena saat ini belum ada honor buat penulis…. mudah-mudahan masa yang akan datang ada honornya.

13 Responses to Tolongin dong…..

  1. ferdi JKG Poltekkes Depkes kupang berkata:

    Dalam rangka HKN tgl 12 November 2008 JKG Depkes Kupang bersama prg se kota Kupang merencanakan kegiatan karnaval gigi bagi anak pra sekolah dan SD,diharapkan peserta lebih kurang 1000 anak, ya kegiatan ini untuk mendukung seruan WHO tentang pentingnya Sanitasi/hygiene rongga Mulut,jg menggalang kepedulian anak agar peduli tentang kesehatan gigi bagi kehidupan, mohon dukungannya moga kegiatan ini bisa sukses,kalau ada teman prg yang mau jadi donotaur boleh juga tu…..biar nanti aku kirimi miniatur komodo sebagai tanda terima kasih,ha.ha.TQ,salam

  2. kuntosa berkata:

    maaf sy cuma mo kash saran dikit:
    – tolong disediakan modul buku tamu
    – mungkin website ini perlu diinformasikan ke seluruh jajaran ppgi sampe dgn tingkat daerah, krn terus terang saya sendiri di probolinggo br tahu keberadaan website ini

    juga mau kasih info buat para perawat gigi khsususnya yg pns yg sering di sibukkan dgn pembuatan angka kredit, mungkin website ini bs membantu
    http://www.kuntosa.890m.com/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=17&Itemid=37

  3. prg berkata:

    sdh gak dibayar, msh dibuat ruwet jg buat ngirim atikel.. buat permohonan segala… capeeee deehhhhhhh…….

  4. Firul berkata:

    Bagi Anda yang ingin Nimbrung dan berbagi pengalaman Antar Perawat gigi bisa Kunjungi >>>> http://gigijhosua.wordpress.com/forum <<< Tempat Nongrong Anak SPRG,AKG,JKG Tanpa pandang buluh “Mari Kita Rapatkan Barisan Eratkan Tali persaudaraan”

  5. achun berkata:

    hai ppgi…
    minta info lengkap tentang pendidikan lanjutan prg donk!
    sekarang ada D4 prg bahkan S1 yg ada di UGM kan, aq pengen tau bs ga daftar pake online,biayanya, brp semester n apa aja kurikulumnya,pokoknya selengkapnyalah…. maklum aq kan dari daerah, tolong ya… thanks 4 all…

  6. sulur berkata:

    @Prg : Maaf teman-teman…. saya sendiri saat ini hanya membantu membuatkan wahana ini (Gratisan bo…) dan kalau identitas penulis tidak jelas dapat membuat situasi tidak enak. Kl memang bisa dipertanggungjawabkan saya sendiri langsung buat/cantumkan di blogroll berkaitan dengan info Perawat Gigi. contoh PPGI JATIM, KALBAR, JABAR. Oke suskses Perawat gigi Indonesia

  7. Dewi Candra, SSiT berkata:

    Kepada PPGI : Minta tolong jika ada informasi peraturan tentang kenaikan tunjangan fungsional diumumkan ya?? Soalnya diDepdagri harus nyari sendiri ke Depkes. Trimakasih..

  8. suherman berkata:

    hai PPGI………..tolong info ttg D IV Perawat Gigi Spesialistik Bedah Mulut yg d JKG Bandung Donk…..msh buka g skrg yg Progsusny….n kpn Pendaftrannya……..mksh PPGI………

  9. seri wahyuni berkata:

    PERMENKES MENGGUBAH KOMPETENSI PERAWAT GIGI
    Friday, 26 April 2013, 16:38

    Selama ini perawat gigi menjadi mitra kerja dokter gigi. Baru-baru ini, Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes (Peraturan menteri Kesehatan) No 58 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perawat Gigi sebagai perubahan dari ketentuan sebelumnya. Pada Permenkes tersebut dilakukan penataan mengenai perawat gigi termasuk kompetensinya.

    Perawat gigi merupakan lulusan pendidikan perawat gigi yang melakukan pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut promotif, preventif, dan kuratif sederhana yang diberikan kepada individu, kelompok, dan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut. Perawat Gigi adalah salah satu unsur pemberi pelayanan kesehatan gigi di institusi pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan sarana kesehatan lainnya yang secara nyata telah membaktikan dirinya di Indonesia sejak tahun 1953 yaitu pada kelulusan pertama Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG). Kemudian pada 13 September 1996 berdiri Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI).

    Saat ini terdapat berbagai jenis dan jenjang pendidikan perawat gigi yang meliputi:

    a. Perawat Gigi lulusan SPRG;

    b. Perawat Gigi lulusan D 3 Kesehatan Gigi atau Keperawatan Gigi; dan

    c. Perawat Gigi lulusan D 4 Keperawatan Gigi (D 4 Perawat Gigi Pendidik / D 4 Keperawatan Gigi)

    Kini SPRG sudah tidak ada lagi, namun muncul SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) kesehatan gigi yang antara lain meluluskan perawat gigi. Selain itu telah terdapat pendidikan jenjang starta satu (S1) keperawatan gigi.

    PEKERJAAN PERAWAT GIGI

    Berdasarkan Permenkes No 58 tahun 2012, perawat gigi dapat menjalankan pekerjaan keperawatan gigi secara mandiri dan/atau bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Perawat gigi yang menjalankan pekerjaan keperawatan gigi secara mandiri harus berpendidikan minimal D 3 Kesehatan Gigi atau Keperawatan Gigi.

    Perawat Gigi memiliki kewenangan untuk melakukan pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut meliputi:

    a. upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut;

    b. upaya pencegahan penyakit gigi;

    c. tindakan medik dasar pada kasus penyakit gigi terbatas; dan

    d. pelayanan higiene kesehatan gigi.

    Perawat Gigi yang melakukan pekerjaannya secara mandiri hanya memiliki kewenangan melakukan upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut serta upaya pencegahan penyakit gigi.

    Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut yang merupakan kewenangan perawat gigi meliputi:

    a. penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat;

    b. pelatihan kader; dan

    c. penggunaan alat peraga gigi.

    Upaya pencegahan penyakit gigi merupakan kewenangan perawat gigi meliputi:

    a. pemeriksaan plak;

    b. teknik sikat gigi yang baik;

    c. pembersihan karang gigi;

    d. pencegahan karies gigi dengan Uuor dengan teknik kumur-kumur dan pengolesan fluor pada gigi; dan

    e. pengisian pit dan fissure gigi dengan bahan fissure sea/ant.

    Tindakan medik dasar pada kasus penyakit gigi terbatas yang merupakan kewenangan perawat gigi meliputi:

    a. tindakan kegawatdaruratan pada kasus gigi dan mulut sesuai dengan

    standar pelayanan; dan

    b. perawatan pasca tindakan yang hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan dari dokter gigi.

    Pelayanan higiene kesehatan gigi yang merupakan kewenangan perawat gigi meliputi:

    a. higiene petugas kesehatan gigi dan mulut;

    b. sterilisasi alat-alat kesehatan gigi;

    c. pemeliharaan alat-alat kesehatan gigi;

    d. lingkungan kerja; dan

    e. pencegahan infeksi silang.

    Berdasarkan pelimpahan tindakan secara tertulis dari dokter gigi atau penugasan Pemerintah sesuai kebutuhan, Perawat Gigi dapat melaksanakan tindakan medik terbatas dalam bidang kedokteran gigi yang meliputi:

    a. pencabutan gigi sulung dan gigi tetap satu akar dengan topikal atau infiltrasi anastesi; dan

    b. penambalan gigi satu atau dua bidang dengan glass ionomer, bahan amalgam atau bahan lainnya.

    Penugasan Pemerintah tersebut diberikan kepada Perawat Gigi yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

    MENGUBAH KOMPETENSI

    Permenkes No 58 tahun 2012 merupakan perubahan dari ketentuan sebelumnya. Dengan diberlakukannya Permenkes No 58 tahun 2012, dinyatakan tidak belaku lagi ketentuan mengenai perawat gigi sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kesehatan No. 378/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar profesi Perawat Gigi. Pada Kepmenkes No. 378/Menkes/SK/III/2007 yang sudah dinyatakan tidak berlaku, kompetensi perawat gigi terdiri atas:

    1. Manajemen

    2. Pengawasan Penularan Penyakit (Cross Infection Control)

    3. Pemeliharaan dan Penggunaan Peralatan

    4. Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut

    5. Perlindungan Khusus

    6. Tindakan Asuhan Keperawatan di Klinik:

    7. Rujukan

    8. Peneliti

    9. Hukum dan perundang – undangan

    10. Asisten dokter gigi

    11. Asisten Dokter Gigi Spesialis

    12. Sikap

    Pada Kepmenkes tersebut tindakan Asuhan Keperawatan di Klinik yang dapat dilakukan perawat gigi meliputi:

    – Pencabutan gigi sulung dengan topikal anaesthesi dan infiltrasi anaesthesi.

    – Pencabutan gigi tetap akar tunggal dengan infiltrasi anaesthesi.

    – Preparasi kavitas dan penumpatan (gigi sulung dan gigi tetap pada satu/dua permukaan menggunakan amalgam, silikat,dsb).

    – Preparasi kavitas dengan excavator dan penumpatan dengan ART.

    – Pertolongan pertama (first aid/relief pain) trepanasi gigi gangraen dengan periapikal absces

    Kemudian pada Kepmenkes No. 378/Menkes/SK/III/2007 terdapat bagian yang mengundang kontroversi pro kontra yaitu mengenai kemampuan tambahan bagi Perawat Gigi yang akan bekerja dengan tugas limpah yang meliputi:

    1. Pencabutan Gigi:

    Mencabut gigi, drainase abscess dan perawatan infeksi dalam mulut.

    Merawat komplikasi pasca operasi seperti dry socket dan pendarahan.

    Anastesi lokal yang tepat dan secara efektif dan aman (baik blok maupun lokal).

    Pencabutan gigi-gigi tetap dan gigi-gigi sulung.

    2. Konservasi Gigi:

    preparasi kavitas dan penumpatan gigi ( gigi sulung dan gigi tetap pada semua kelas kavitas kecuali kelas IV menggunakan almagam, silikat, dsb) menggunakan high speed atau low speed.

    Dengan diberlakukannya Permenkes No 58 tahun 2012 maka kompetensi maupun kemampuan tambahan bagi perawat gigi pada Kepmenkes No 378/Menkes/SK/III/2007 dinyatakan tidak berlaku lagi.

    PERAWAT GIGI PADA KEDOKTERAN GIGI KELUARGA

    Pada Pedoman penyelenggaraan Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga yang dikeluarkan Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2006), mengenai ruang lingkup pekerjaan perawat gigi meliputi:

    a. Pelayanan darurat: mengurangi rasa sakit

    b. Pelayanan pencegahan:

    1. Topikal

    2. Skaling supra gingiva

    3. ART

    4. Fissure sealant

    5. Tumpatan 1 bidang untuk usia di bawah 15 tahun

    6. Pendidikan kesehatan gigi dan konseling (kunjungan rumah)

    7. Survei kesehatan gigi

    c. Manajemen

    1. Membuat POA (plan of Action) hasil survei/mentabulasi data

    2. Resepsionis

    3. Pencatatan rekam medik

    4. Laporan evaluasI

    d. Dental assistant

    e. Sterilisasi

    (pj)

    DOkumen terkait dapat diunduh pada bagian download situs web ini:

    KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 378/Menkes/SK/III/2007 TENTANG STANDAR PROFESI PERAWAT GIGI

    PERATURAN MENTERI KESEHATANREPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN PERAWATGIGI

  10. cartoon sex berkata:

    This design is steller! You most certainly know how to keep a reader amused.
    Between your wit and your videos, I was almost moved to
    start my own blog (well, almost…HaHa!) Great job. I really
    loved what you had to say, and more than that, how you presented it.
    Too cool!

  11. JKG 07 Manado berkata:

    salam PPGI !!!
    semangat para sahabat Perawat Gigi dimanapun berada…
    perlahan tapi PASTI jika kita bersatu,,, wadah PPGI akan makin maju,,,
    ingat! hanya jika kita semua bersatu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: